Narasi Tanpa Judul

Narasi Tanpa Judul

  • WpView
    Reads 23,312
  • WpVote
    Votes 2,605
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
[Spin off Tenggelam Dalam Dasar] Ada sebuah buku, narasinya panjang, tokohnya tak terhingga tapi ternyata narasi di dalamnya tak pernah dijadikan kepemilikan olehnya, oleh sang buku. Ternyata buku itu tak memiliki hak apa-apa atas dirinya, dia hanya sebuah tempat untuk tinta-tinta itu meletakkan rangkaian huruf panjang yang tidak tercipta untuknya. Pantas saja rasanya sulit mengubah satu kalimat dalam narasi-narasi itu, karena ternyata paragraf panjang itu tidak tercipta untuknya. Jika pun ada, mungkin itu hanyalah sebuah kata pengantar yang tidak dibaca oleh pembaca jurnal manapun atau lebih parahnya ia hanyalah sebuah daftar pustaka, yang dibuat dengan perasaan jengkel karena menyusahkan, yang tidak minat dibaca jika tidak diperlukan. Dan nasib buruknya ia hanya sebuah kalimat yang lebih baik dihapus dari sebuah paragraf karena menganggu makna kalimatnya.
All Rights Reserved
#16
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Straight Way to Hell (Season 1)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • METANOIA
  • Ruang Kosong
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • selamat pagi cinta

(The End) *Bahasa : Semi formal *Semi Hurt Semesta memang bukan panggung biasa. Tak harus menderita layaknya cinta Jack dan Rose yang dipisah buana. Impian Hinata sederhana, sesederhana arti namanya. Menikah lalu hidup bahagia hingga tua renta. Hanya saja... hidupnya tak seterang nama yang disandang. Malang malah jadi tempatnya pulang. Tapi tenang. Hinata tak dendam. Hinata. Punya pernikahan yang bertahan satu bulan. Hinata. Janda miskin tanpa harta tinggalan. Hinata. Mengabdi di ibukota demi menyambung hidup di dunia. Dan Hinata. Sudah hidup girang bersama adik tercinta. Bak lagu yang ditinggal lagi sayang-sayangnya. Hinata, sudah terbiasa tanpa cinta. Hinata memilih memutar haluan saja. "Jadilah pacarku." Dia gila! "Jadilah bayangan di belakang rumahtanggaku." Bukan bahagia, tapi sang pria menawarinya durjana. Takdir sementara yang ia kira sudah usai membantu membalas lara. "Mari bersama berboncengan ke neraka, Hinata." Dasar pria sinting!

More details
WpActionLinkContent Guidelines