Saviour (Kim Dokja)

Saviour (Kim Dokja)

  • WpView
    Reads 9,457
  • WpVote
    Votes 1,662
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
Itu adalah ketidak sengajaan. Bagaimana Seorang gadis tersesat dalam arus imajinatif. Ini cerita tentang Yeom (nama) yang baru saja berhasil masuk delam dunia novel yang ia baca. ini ketidak sengaja, ia tak pernah berharap bisa masuk kedunia penuh konflik itu. tetapi ia merasa simpatik pada protagonis yang terus mengorbankan dirinya. Ini Ketidaksengajaan, bahkan pada detik terakhir ia menatap mata Protagonis itu. Hati berdebar, Ia Tak pernah tau apa akhir dari novel itu sebab ia telah masuk tanpa menyelesaikan semua bab-bab tersisa. Ia ingin pulang, Tetapi ia nampak begitu tersiksa bahkan sebelum alurnya dimulai. "Ah, mungkin aku akan menghiburnya sebentar" ini adalah ketidaksengajaan. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Karya asli milik ShingShong ini hanyalah fanfic dengan beberapa bumbu alur. semua karya, baik gif, picture berasal dari Pin Beri jejak setelah membaca, sebab dukungan kalian adalah semangat untuk penulis kecil seperti saya! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
All Rights Reserved
#99
yoosangah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • You're a Little Late (Sad Story Jintae) END ✓
  • LIGHT
  • Black Out III
  • Hujan di Langit Aresta
  • || 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 ||  [DISCONTINUED!!]
  • kiara's dream
  • Eleceed X Reader

"Aku lupa segalanya... tapi kenapa hatiku masih mencarimu?" Mereka pernah bahagia di Jeju. Jauh dari keramaian kota, jauh dari sorotan kamera. Hanya ada pagi yang tenang, rumah kecil penuh aroma kopi, dan dua hati yang saling memilih setiap hari. Kim Jiwon, seorang ilustrator buku anak-anak, dan Lee Jehoon, mantan atlet tinju nasional yang pernah bertarung demi negara, kini memilih hidup sederhana, berdamai dengan luka masa lalu. Namun segalanya berubah dalam satu hari. Kecelakaan itu merenggut ingatan Ji-won, menghapus setiap jejak cinta yang pernah mereka punya. Baginya, Jehoon hanyalah pria asing yang terlalu tenang, terlalu sabar, dan terlalu sering menatapnya seolah kehilangan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Tapi cinta tak selalu butuh dikenang untuk dirasakan. Kadang, hati menyimpan sesuatu yang bahkan pikiran tak sanggup menjangkaunya. Dan bagi Jehoon, kehilangan ingatan Jiwon bukan akhir, itu adalah awal. Awal dari mencintainya sekali lagi. Dengan lebih pelan, lebih lembut. Tanpa terburu-buru untuk dikenali... hanya berharap untuk dicintai, lagi. "Kalau hatimu lupa jalan pulang... bolehkah aku jadi petanya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines