Story cover for Hei, Rian! by Rainnwriting
Hei, Rian!
  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado mar 12, 2024
[Berdasarkan Kisah Nyata]

Hubungan kita rumit, ya. 
Terkadang kita saling mengasihi, terkadang kita saling melukai. 
Terkadang kita emosional, terkadang kita bersikap dewasa.
Aku bersyukur memilikimu. Kamu bagaikan separuh jiwaku.
Saat kamu sedih, aku yang menangis. Saat kamu terluka, aku yang marah. Aku mendedikasikan diri! Aku akan menjadi tameng kepedihan bagimu dan menjadi rumah untukmu berlindung. 

Aku terlalu menyayangimu, hingga rela terluka untukmu. Perasaan ini tidak lagi bisa ku tahan. Semoga kita bisa selalu bersama dan saling menjaga, ya!

Hei, Rian! Tolong cintai aku seperti aku mencintaimu.

—Warning : Penuh Kebucinan yang mungkin cringe bagi pembaca.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Hei, Rian! a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eliinaa de vfryfrljnvsnmtm
5 partes Concluida
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Dear Future (new version) cover
MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ] cover
Eliinaa cover
Trial & Error cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Cinta Tapi Cinta? cover
Terjebak Nostalgia cover
Setengah Hati cover
ONE MORE TIME cover

Dear Future (new version)

4 partes Concluida

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee