morrow
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 12, 2024
[ONE SHOT] {present for beomgyu's birthday} "Apakah kau akan bahagia hari ini?" "Tidak, aku akan bahagia esok." "Bagaimana dengan hari ini?" Itu pertanyaan beberapa hari yang lalu "Maka masih ada esok." "Hari ini apakah kau bahagia?" Mungkin itu pertanyaan kemarin lusa. "Esok," "Bagaimana dengan hari ini? Bukankah kau mengatakan akan bahagia hari ini?" Dan kemarin pelayan itu menanyakan tentang kebahagiaanya 'lagi'. "Aku selalu mengatakan esok. Sesuatu yang selalu kau tanyakan hari ini tak akan datang jika esok tak menghampiriku." Agaknya pelayan itu cukup jenuh hingga berhenti dari pekerjaanya karena menghadapi jawaban Bintang yang relatif sama. Pelayan itu hanya menyisakan kebajikannya dengan memberi Bintang sebuah kotak di setiap harinya sebelum ulang tahunnya. "Dengar, ulang tahun mu tiga hari lagi bukan? Aku akan memberimu kotak ini setiap hari hingga hari kelahiranmu. Kau hanya dapat membukanya ketika di rumah. Mungkin saja kau akan mendapatkan sesuatu. Aku akan merasa senang jika kau mengatakan bahagia pada hari ini, bukan esok." Dan disinilah cerita dimulai. [NO BXB]
All Rights Reserved
#595
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ѕᥱ⍴ᥙᥴᥙk Ѕᥙrᥲ𝗍 || Choi Beomgyu
  • Langit dan Bumi
  • Senyap - taegyu
  • DAFFODILS | SooKai
  • {✔} Kost Khusus Pria "TXT"  [ TAHAP REVISI ]
  • Happy Ending?
  • R U M I T
  • Broken [18+] ✔

Beomgyu tidak tau apakah dirinya bahagia atau tidak. Hidup dengan keluarga berkecukupan dan kedua orang tua yang begitu menyayanginya tidak membuat dirinya merasa lega. Belum lagi Yeonjun, sang kakak yang selalu menjaganya dan selalu mendengarkan keluhannya tentang dunia. Laki - laki itu bimbang, namun dunia begitu kejam untuknya yang begitu rapuh. Ketika dirinya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit, saat itu pula orang - orang datang padanya dengan senyuman. Memintanya bertahan demi orang yang dia sayangi tanpa memikirkan bagaimana rasa sakit yang dirinya tanggung seorang diri. "Bahkan jika sang mentari tak lagi memancarkan sinarnya, masih ada sang rembulan sebagai penggantinya. Hidup itu terus berputar, kehilangan adalah hal yang wajar. Karena pada akhirnya, kalian akan menyadari bagaimana orang - orang mulai datang menggantikan masa lalu dan kembali mengukir masa depan".

More details
WpActionLinkContent Guidelines