Sulung Bungsu

Sulung Bungsu

  • WpView
    Leituras 320
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, abr 6, 2024
"Boleh minta piringnya?" Pertanyaan tersebut masih terngiang di benaknya, seakan baru saja terlontar tepat di samping telinganya. Namun, dirinya masih ingin kembali menyapa si tetangga. Beranikah diri dengan mengambil asal piring dalam rak, ia melangkah teguh ke arah rumah sang pemberi nasi kuning. Zefanya itu rakus dan gila, jadi biarkan Ibrahim yang memberi nasihat sekaligus merukyah dirinya.
Todos os Direitos Reservados
#265
janji
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Is It Home ?
  • Desir Arah
  • Accidental' (END)
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Titik Takdirku. (Terbit)
  • KARAFERNELIA
  • Stronger Than Another
  • Marakarma
  • Memori Luka Seorang Ikhwan

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo