Sulung Bungsu

Sulung Bungsu

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
"Boleh minta piringnya?" Pertanyaan tersebut masih terngiang di benaknya, seakan baru saja terlontar tepat di samping telinganya. Namun, dirinya masih ingin kembali menyapa si tetangga. Beranikah diri dengan mengambil asal piring dalam rak, ia melangkah teguh ke arah rumah sang pemberi nasi kuning. Zefanya itu rakus dan gila, jadi biarkan Ibrahim yang memberi nasihat sekaligus merukyah dirinya.
All Rights Reserved
#449
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • Accidental' (END)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • AFKARA [END]
  • Stronger Than Another
  • Full Of Scratches
  • Benalu [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Titik Takdirku. (Terbit)
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines