Rumah pulang

Rumah pulang

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sejatinya, rumah ialah kepulangan terbaik bagi setiap raga, tapi nyatannya tak semua raga memiliki rumah untuk sekadar tempat berpulang. Hazellia Lyora, menjadi salah satu dari beberapa jiwa yang juga tak memiliki hak barang sejenak singgah di rumahnya. Bukan hanya satu tahun, dua tahun, tapi bertahun-tahun bukanlah waktu yang singkat bagi seorang anak untuk memperjuangkan kasih sayang orang tua yang selayaknya mereka dapatkan. Putus asa, jelas. Selalu terlintas dibenaknya. Namun, semesta tak mengizinkan dia untuk berpulang. Hazellia Lyora menyerah, Ia berusaha membuka lembaran baru dengan setitik harap; untuk bisa diterima oleh Papanya. Bisakah Ia mendapatkan apa yang selayaknya Ia dapatkan? atau Ia akan memilih kembali untuk menyerah?
All Rights Reserved
#20
penerbitpss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Change
  • ARGA
  • Sea Heals Everything
  • Aseano Samudra [End]
  • LUKA ALLEA
  • RAGU : THE SECRET STORY
  • Apa Itu rumah (SUDAH TERBIT)
  • KARA
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
Change

Elora Sevina lahir sebagai anak tunggal, tapi tak pernah merasa punya keluarga. Wajahnya disebut sebagai kutukan. Ibunya memperlakukannya seperti pembantu, ayah kandungnya yang juga sering melakukan kekerasan padanya, dan anak pungut yang seharusnya menjadi saudara justru menjadi penyiksa dalam wujud paling manis. Di sekolah pun, Elora bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang mudah diinjak, bahan ejekan yang dianggap wajar, dan nama yang bahkan tak layak dipanggil dengan hormat. Setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan-bukan untuk hidup, tapi untuk tidak hancur total. Namun, terjadi satu kecelakaan yang membuatnya tidak sadarkan diri hingga berbulan-bulan lamanya. Disaat itulah ia mengira bahwa dirinya sudah mati dan pergi ke alam berikutnya Setelah sadar dari koma yang cukup panjang, Elora Sevina merasa dirinya bukan lagi gadis yang sama. Tubuhnya masih sama, tapi hatinya tidak. Dulu ia diam, menerima, dan menahan semua luka sendirian. Tapi sekarang... ada yang berbeda. Ingatan-ingatan sebelum kecelakaan terus menghantuinya: perlakuan kejam keluarga, tatapan jijik dari ibunya, dan fitnah keji yang hampir menghancurkannya. Semua itu membuat Elora sadar-kalau ia terus diam, maka dunia tak akan pernah memberinya ruang untuk bernapas. Kini, Elora bukan lagi gadis yang hanya tahu bagaimana caranya bertahan. Dia belajar untuk melawan, untuk berbicara, dan untuk mencari arti rumah-bukan dari darah, tapi dari rasa. Karena kadang, keluarga bukan soal siapa yang melahirkanmu... tapi siapa yang benar-benar ingin melihatmu hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines