Little Bit Better

Little Bit Better

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ataka Yelim itu anak perempuan bungsu dari dua bersaudari. Sayangnya di umurnya yang sudah seperempat abad-lebih sedikit, dia belum juga menikah, belum juga mempunyai pekerjaan. Tinggal di Indonesia, wanita dianggap belum sempurna kalau belum menikah dan mempunyai anak. Padahal sesudah mendapatkan kedua hal itupun perempuan masih sering dianggap sebagai hal yang sepeleh. "Kapan kamu menikah?" Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling ia hindari. Bagaimana dia mau menikah kalau bersentuhan dengan lawan jenis saja badannya sudah merinding habis? Akankah Ataka dapat menghadapi segala rintangan yang datang demi mempertahankan status jomblonya? Bahkan saat dibanding-bandingkan dengan kakak perempuan tercintanya? Mari menyelami cerita kehidupan Ataka yang selalu dikira bahagia, nyatanya pelik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not a Perfect Li(f)e
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • Matahari Matahati
  • Martanita [END]
  • Constellations From The Room
  • Samudra Untuk Bentala [END]

Kata orang-orang, Yulita itu sempurna. Terlahir dengan paras yang cantik, tubuh semampai nan aduhai, juga otak cemerlang. Dia mantap dipersunting oleh Fatih-lelaki tampan maksimal dengan karier gemilang yang menjadi incaran banyak perempuan-saat lelaki itu berada di puncak kejayaan. Tidak hanya itu, Yulita juga menjadi menantu kesayangan dan kebanggaan. Benarkah demikian? Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini? Karena kesempurnaan mutlak kepunyaan-Nya. "Di tengah perjalanan, akan ada masanya kamu menunduk dan melihat ujung sepatumu yang tadinya begitu mengilat telah dikotori oleh debu. Tapi ... ini bukan tentang sepatu, apalagi debu." -Yulita Anggraini-

More details
WpActionLinkContent Guidelines