Jejak Kerajaan Tojo

Jejak Kerajaan Tojo

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 23, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Prolog Ratu Dae Dayana benar-benar sedih, kecewa dan marah pada keputusan hukuman pancung yang dijatuhkan pada raja Batara Nuru. Semalam sebelum menjalani hukuman pancung raja Batara Nuru, "Ratu Dae Dayana sebagai ratu dari kerajaan Tojo kau harus kuat dan tegar" ucap raja Batara Nuru menguatkan hati serta menatap lekat mata istrinya "Bagaimana ini bisa terjadi?" isaknya tak berhenti tersedu Hatinya begitu sakit serta marah dengan semua ini, sebagai raja dinegeri Tojo suaminya harus menjalani dan mengikuti hukum dari negeri orang bermata sipit itu berasal, apakah ini artinya negeri tojo ini telah takluk pada orang-orang bermata sipit tersebut. "suatu saat dimasa depan, anak, cucu, serta rakyat akan mengingatnya dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hari ini, berjanjilah menjadi ratu yang kuat dan berani hingga saat itu tiba" bisik raja Batara Nuru sambil memeluk erat ratu Dae Dayana yang berlinang airmata (Dear Readers, semoga suka sama kisah drama keluarga kerajaan, kisah ini terinspirasi dari sebuah cerita rakyat jangan lupa vote and komen, terima kasih)
All Rights Reserved
#49
historicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laksana Angin Bagaikan Hujan
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • NISKALA • HyunJeong
  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • Tahta Emas Dan Darah
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Poison Of Love
  • RARA : Seruni Sentuhan Magis
  • Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu

Sebagai gadis malas yang lebih suka duduk bahkan jika disuruh berdiri, Serayu merasa aturan wanita bangsawan tidak cocok untuknya. Karena itu, ketika Maharaja menjodohkannya dengan seorang ajipati, haruskah Serayu bertindak sebagai wanita yang sesuai dengan keluarga kerajaan atau tetap menjadi dirinya sendiri? * * * Seorang gadis bangsawan dituntut menjadi cantik, berbakat dan berbudi luhur. Mereka juga harus mengikuti 3 aturan wajib seorang wanita sebelum dikatakan sempurna, yaitu; patuh pada ayah saat gadis, tunduk pada suami sebagai istri, dan mengikuti putra ketika menjanda. Jadi, seorang wanita bangsawan yang baik harus menurut saat dinikahkan oleh orang tuanya, rela ketika suaminya mengambil selir, dan mendukung putranya bahkan jika menantunya menderita. Serayu merasa itu semua tidak masuk akal. Jika pria bisa mengambil selir, kenapa wanita tidak dibolehkan melakukan hal yang sama? Jika pria bisa menikah lagi setelah istrinya meninggal, kenapa wanita harus tetap menjanda? Karenanya, Serayu memutuskan tidak akan menikah, lebih baik memelihara beberapa pria tampan dan hidup nyaman selamanya. Namun, Maharaja tiba-tiba menurunkan dekrit untuk menikahkan Serayu dengan salah satu keponakannya. Hal ini tidak hanya merusak rencana indah Serayu, tapi juga menyeretnya ke dalam perkara perebutan takhta antara pewaris. Dikatakan pernikahan di antara bangsawan adalah masalah kepentingan, dan tidak ada ketulusan dalam keluarga kerajaan, jadi saat dua insan dipersatukan secara paksa, semua orang mengira bahwa kehidupan pernikahan mereka tidak akan bahagia. Gadis malas yang suka berpura-pura bertemu dengan pria yang kerap memakai topeng―siapa yang akan pertama mengalah? Terutama saat Serayu menyadari bahwa suaminya yang 'baik' ternyata memiliki ambisi tinggi, haruskah dia mendukung atau menghentikannya? #Fiksi Sejarah-Romansa-Drama *** Dilarang untuk MENGCOPY/MENGAMBIL SEBAGIAN atau SELURUH isi cerita ini. Copyright©2024 Cover : Pinterest SKIA LINGGA

More details
WpActionLinkContent Guidelines