We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Paleontologi

Paleontologi

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Laki-laki? Sepertinya ada kesalahan sewaktu kamu didata" "Saya tidak begitu paham Pak, hehe" Dulu, ada seorang anak yang tengah menginjak usia 13 tahun merenungkan suatu kesalahan bukanlah tanpa perbaikan. Tokoh penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison pun mengatakan 'Saya belum pernah gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil.' Semakin berumur mungkin juga dia akan tahu apa itu kesalahan dan tidak berhasil. 'Rasanya ringan, terus bermain-main dan berimajinasi menjadi burung elang. Terbang dengan sayap yang kuat untuk mengalahkan tingginya langit.' - Zara Zivanna 'Bintang yang bersinar terang dan menyilaukan. Sekali padam akankah mereka kecewa tak bisa melihat cahayanya lagi ataukah senang tak perlu menahan diri dari silaunya yang membutakan mata.' - Joza Zaria 'Sendirian diruang luas terasa hampa. Berbagi ruangan yang sama pun terasa sesak. Didalamnya orang-orang gemar sekali memakai topeng yang semakin hari semakin aneh lukisan wajahnya.' - Izora Alesha 'Apakah manusia memang diberkati kemampuan merangkai kata dan mengungkapkan cerita dengan mudah? Ini pengalaman yang luar biasa. Seharusnya kita lebih sering bercerita tentang diri kita sendiri. Mari saling memahami' - Ella Rachel
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • RE:MEMBER (END)
  • ALGAFA
  • Sudut Luka Nazea
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • Not Me & Not Mine
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines