Aku harus bertahan

Aku harus bertahan

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 18, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Ini kisah seorang remaja perempuan yang ingin menjalankan hidup seperti orang lain pada umumnya. Dia memiliki sifat yang rendah hati,suka menolong,dia juga mampu menyembunyikan kesedihannya lewat senyuman. Tidak banyak orang tahu tentang kesedihannya dan apa yang dia alami dikehidupannya bahkan sahabat terdekatnya pun tidak mengetahui setiap luka yang ia rasakan. Dari kecil ia selalu dituntut untuk hidup mandiri,bahkan untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan,ia harus berusaha sendiri Gadis ini bernama Claudia Rachel Maretha
Todos los derechos reservados
#198
sendiri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear of Natasya
  • Kanaya dan Kehidupannya
  • Verronica (COMPLETED)
  • BROKEN HOME
  • My Halu Come True {Completed}✅
  • VIOLETTA (Triangle Love)
  • KenSil (Kisah yang Belum Usai) ✓
  • Surprise
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido