Double A

Double A

  • WpView
    Leituras 152
  • WpVote
    Votos 49
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mai 24, 2024
Menceritakan sebuah hal yang tragis, menewaskan dua orang tua. Seumur hidupnya harus merasakan trauma dan kehilangan orang terdekatnya tidaklah mudah, ditambah ia terpaksa dilarikan ke panti asuhan akibat kerabatnya yang tidak mau mengurusnya. Hidup dalam kesulitan ia hanya memandang kosong orang berlalu lalang, sebut saja ia gadis pemimpi karena hidupnya selalu saja berhayal setiap hari. Tapi semuanya berubah ketika bertemu seseorang lelaki, egois dan sedikit angkuh namun lama kelamaan benih benih cinta pasti muncul. Penasaran bagaimana lanjutannya, simak terus cerita saya. Rules. 1: Dilarang plagiat semua ada hak cipta. 2 : Ide murni diri sendiri. 3 : Sebelum baca sebaiknya follow ya.
Todos os Direitos Reservados
#3
keluargatiri
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sudut Luka Nazea
  • Different [END]
  • SATRIA : not considered
  • Just Me And You✔
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALEYA~~
  • Shattered Soul
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Mengalah? Gak papa (END)✔

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo