SECOND WAR

SECOND WAR

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2024
Suasana tidak terorganisir, suara ledakan granat membuat suasana menjadi kacau. Jeritan para penduduk, tangisan yang diiringi dengan suara tembakan, membuat pikiran hancur terasa ingin meledak seperti dinamit hingga hancur berkeping-keping. Manik cokelat pekat menatap dunia dengan tatapan yang hidup dan berbinar-binar sebelumnya, kini, tatapan iris bola mata itu beralih kosong, hampa, dan air mata yang ia tahan pada pelupuk matanya itu, alun alun mengalir jatuh karena tak kuat menahan betapa hancurnya dunia yang dirinya tinggali sekarang. DOR!! Suara tembakan terdengar begitu nyaring, DOR!! DOR!!! DOR!! "kali ini ... BIARKAN DIRIKU MENGHABISI NYAWA KALIAN, SEPERTI KALIAN MENGHABISI NYAWA INSAN YANG SUDAH KU ANGGAP SEPERTI KELUARGAKU!!" •••
All Rights Reserved
#374
peperangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEY
  • SARUNG MAN
  • Azka (END)
  • Beautiful but Cold
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Heirs of the Revis: The Locksmith
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Where am I?
  • FIGURAN GIRL ( LENGKAP )
KEY

DOR!! Letupan pistol terdengar bertubi-tubi. Ribuan tentara bergerak dengan serasi. Tank-tank besar menembakkan amunisi. Itulah pemandangan setiap hari dari sebuah perang. Di satu sisi, keegoisan pemerintah menyelamatkan wilayah. Di sisi lain, para penduduk menderita tanpa suka. Perjuangan demi perjuangan, menyelamatkan negara. Namun juga lupa, ada manusia yang membutuhkan ketenangan jiwa. Api membakar lahan. Bom meruntuhkan gedung. Banyak yang putus asa. Banyak pula yang penuh amarah. Teriakan menggema di penjuru negeri. Seperti nyanyian burung di pagi hari. Tangisan siapa lagi yang mereka cari? Mereka tidak ingat. Peperangan yang terjadi bukan hanya dirasakan orang dewasa. Namun juga anak-anak yang tidak tau apa-apa. Disclaimer : Masashi Kishimoto Inspired by : Song "AKMU - Hey kid, Close your eyes (with Lee Sun Hee)" [Semua tokoh dan gambar dalam cerita, bukan milik penulis]

More details
WpActionLinkContent Guidelines