SECOND WAR

SECOND WAR

  • WpView
    LECTURAS 15
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 24, 2024
Suasana tidak terorganisir, suara ledakan granat membuat suasana menjadi kacau. Jeritan para penduduk, tangisan yang diiringi dengan suara tembakan, membuat pikiran hancur terasa ingin meledak seperti dinamit hingga hancur berkeping-keping. Manik cokelat pekat menatap dunia dengan tatapan yang hidup dan berbinar-binar sebelumnya, kini, tatapan iris bola mata itu beralih kosong, hampa, dan air mata yang ia tahan pada pelupuk matanya itu, alun alun mengalir jatuh karena tak kuat menahan betapa hancurnya dunia yang dirinya tinggali sekarang. DOR!! Suara tembakan terdengar begitu nyaring, DOR!! DOR!!! DOR!! "kali ini ... BIARKAN DIRIKU MENGHABISI NYAWA KALIAN, SEPERTI KALIAN MENGHABISI NYAWA INSAN YANG SUDAH KU ANGGAP SEPERTI KELUARGAKU!!" •••
Todos los derechos reservados
#63
thiller
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SARUNG MAN
  • Peace Maker
  • Heirs of the Revis: The Locksmith
  • Azka (END)
  • Beautiful but Cold
  • Where am I?
  • KEY
  • TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris
  • Axevelia is Devil

Ardani Prawira, atau akrab disapa Wira, hanyalah pemuda desa sederhana yang merantau ke Surabaya. Sejak kecil, hidupnya dipenuhi perjuangan, namun selalu berpegang teguh pada nasihat bijak mendiang bibinya: "Jangan menilai dari penampilan, tapi nilainya kualitasnya. Segala sesuatu punya nilai, asalkan kita mau bersyukur dan menghargai." Setelah kematian sang bibi, Wira mencoba membangun hidup baru sebagai penjual es krim keliling. Hidupnya tampak biasa, hingga suatu malam, sebuah insiden listrik yang konyol mengubah segalanya. Tanpa sengaja, Wira tersetrum dan terbangun dengan serangkaian kekuatan tak terduga: kebal senjata tajam, reflek kilat, kemampuan mengeluarkan api, kecepatan super, bahkan bisa terbang! Awalnya Wira kebingungan, bahkan malu dengan ide kostum pahlawan yang terpikirkan: terbuat dari sarung. Namun, nasihat sang bibi kembali terngiang, membuka matanya untuk melihat nilai sejati di balik kesederhanaan. Lahirlah SARUNG MAN, pahlawan bersarung yang siap menjaga Surabaya! Dari menumpas preman pasar hingga mengalahkan sosok misterius bernama Sang Pudar yang menguras semangat dan harapan warga, Sarung Man membuktikan bahwa ia bukan sekadar badut berkain lusuh. Ia adalah simbol harapan. Namun, ujian terbesarnya belum berakhir. Ketika ancaman kosmik berupa meteor raksasa sebesar kota melesat menuju Bumi, Sarung Man harus berdiri di garis depan. Bisakah seorang pahlawan bersarung dari Indonesia menahan takdir yang mustahil dan menyelamatkan dunia? Ikuti kisah Ardani Prawira, si penjual es krim yang berubah menjadi Sarung Man. Temukan bagaimana kekuatan sejati, bukan hanya datang dari pukulan dan api, tapi dari hati yang tulus dan prinsip yang tak tergoyahkan. Sarung Man: Ketika Kesederhanaan Berjumpa Kepahlawanan. Copyright: © 2025 Loomdark Studio. All right reserved.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido