DEVLET-I HİLALİ

DEVLET-I HİLALİ

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 16, 2024
Kaum Muslimin telah berhasil membebaskan Al-Quds. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi memerintahkan panglimanya Muzhaffaruddin Gökböri, untuk mengutus sekelompok kecil pasukan dipimpin Amir Ahmad Al-Hilali ke sebuah negeri yang meminta bantuan. Negeri tersebut sulit dijangkau oleh manusia biasa. Berkisah tentang petualangan seorang Pangeran muda bergelar Malik Muhammad bersama kawan-kawannya dalam menebarkan rahmat Islam, dan menumpas kezhaliman. Tantangan yang datang kemudian membuat Malik Muhammad dan kawan-kawannya semakin merapatkan dan menguatkan barisan Mampukah mereka melaksanakan misi besar ini? Cari tahu jawabannya di novel ini! Selamat Membaca!
All Rights Reserved
#62
jihad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • tasbih cintaku
  • Kucintai kamu secara rahasia
  • Langkah yang Kembali
  • FANA [TERBIT]✔️
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • MAAF KAMI BARU KEMBALI [END]
  • [✓] AKSI BELA ISLAM
  • Tasbih Cinta (TERBIT)

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines