Mari Kita Pergi Bersama, Yah [END]

Mari Kita Pergi Bersama, Yah [END]

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 1, 2024
[Novellet 15 day] Habibah Salma, gadis cantik dengan pakaian tertutupnya mencoba mengusap wajahnya yang berlinang air mata. Tangannya bergerak menyentuh puncak hijabnya, dan dengan gusar menarik hijabnya menjauh. "Selangkah anak gadis keluar tanpa menutup aurat, selangkah pula sang ayah mendekatkan diri ke neraka," Kalimat yang selalu terngiang dikepalanya, seketika menumbuhkan rasa antipati yang super dominan. Bibah, panggilannya. Mata gadis itu menyalang pasti, "I'm willing to go there, together," . . . Tema : Keluarga + kisah kehidupan Genre : Religi + lifestyle Update daily
All Rights Reserved
#57
cintalama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Surga
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Mentari Senja [End]
  • Mahar Surah Ar-Rahman Untukmu (END - TERBIT)✅
  • Intersection [End]
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • Cadar yang Pudar
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • The Best Part (END)
  • Kamu Separuh Agamaku [TERBIT]

Di atas bentala ini, terkadang sesuatu datang tanpa terduga. Seperti angin yang datang tiba-tiba lalu menumbangkan pohon yang berdiri kokoh. Maka, seperti itulah kedatangan seorang Fatimah Hulya Albaihaqi bagi Rey yang tak pernah diduga olehnya. Gadis itu, gadis dengan segala harapan-harapan kecil, dan keinginannya untuk memiliki tempat di surga, membuat Rey tumbang tak berdaya. Membuatnya ragu akan pijakannya. Membuatnya perlahan-lahan jatuh atas pijakannya di atas bentala. Dan membuat seorang Reymond perlahan menghilang. Namanya Reynand Ghava Melviano, atau biasa disebut dengan Reymond dalam bisnisnya. Tak ada yang berani mendekatinya, sebab hatinya begitu dingin, sadis, dan kejam. Pandangan matanya begitu kelam, sama kelamnya dengan masa lalu yang dialami. Lantas, semuanya berubah sejak kehadiran sosok Fatimah, yang membawanya menuju jalan yang baru. Di jalannya, Rey tidak lagi merasa tersesat. Di jalannya, mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya perlahan menghilang. Dan di jalannya, Rey menemukan segala jawaban atas ketidakadilan Tuhan. Pada akhirnya, pertanyaan itupun terucap dari bibir tegasnya, "Dear Surga, atas banyaknya dosa yang kulakukan, masih adakah tempat untukku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines