Paradise Bound : Love

Paradise Bound : Love

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2024
Aisha Nadine As-Syifa, jatuh hati pada lantunan ayat suci nan merdu selepas menghadiri pengajian mingguan. Sensasi rasa kagum itu timbul menyelimuti hatinya, Aish belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, selain pada sang pencipta dan utusan-Nya. "Ayah, Aish Khilaf." rintih Aisha memeluk cinta pertamanya. "Aish, Jatuh hati pada lantunan ayat suci seorang pria dibandingkan pada ayat yang ia bacakan." sambungnya menangis dalam gelisah. Pria yang dimaksud ialah Aariz Zayyan Malik, murid ayahnya sendiri. Aaris kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studinya di luar negeri sebagai lulusan sarjana jurusan hubungan internasional terbaik. Sekembalinya Aaris ke kampung halaman, hatinya bergetar mengingat ia pernah menimba ilmu di masjid agung dulu saat kecil dan memutuskan untuk melantunkan ayat dari surah favoritnya sembari mengingat semua kenangan manisnya. "Aris, sudah pulang ya. Bagaimana sudah punya calon belum?" tanya seorang petugas masjid. Aariz tersenyum dan menjawab. "insha allah, akan bertemu secepatnya."
All Rights Reserved
#455
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Takdirnya
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Dzikir Cinta (Selesai)
  • Al N' Ray
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • (Bukan) Rumah Singgah

Harfiahnya, pernikahan adalah penyatuan dua mahkluk bernama laki-laki dan perempuan. Sesuai takdir-Nya. Sesuai jodoh yang ditulis dalam buku rahasia dan hanya Allah yang tahu susunannya. Seperti kata Abi, jodoh itu cerminan diri. Jika saya baik, jodoh yang singgah juga baik. Jika saya tidak baik, jodoh yang berlabuh juga tidak baik. Saya bukan perempuan istimewa, hanya putri Abi dan ummi yang masih suka menyusahkan mereka. Dan terus merengek ketika apa yang saya inginkan tidak dituruti. Namun, bersamanya saya belajar menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Berupaya menjadi perempuan yang mampu menjaga kehormatannya dan ingin diingat sebagai perempuan yang senantiasa melampiahinya dengan cinta. Karena saya adalah istri yang dituntun nya untuk meraih Jannah, bersama. *** Aisyah Nur Syifa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines