LENTERA PADAM

LENTERA PADAM

  • WpView
    Reads 1,171
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 83
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 22, 2025
"Yuks follow dan vote biar aku semangat cari ide baru." Pertengahan musim gugur di kota London yang tertutup awan mendung, Constantine Louise duduk di samping ibunya dalam kereta kuda yang membawa mereka meninggalkan Collegiate Church st. Peters yang tampak menawan di bawah gerimis. Manakala matanya menatap kejauhan dimana langit tampak seakan terjerembab keatas permukaan tanah, dengan perasaan berdebar Constantine bertanya-tanya, adakah kehidupan lain yang belum pernah terlihat olehnya di ujung sana yang kala itu berusia tibiakga belas tahun melayangkan pertanyaan berikutnya. "Mengapa harus bergantung padaku?" "Menjadi seorang raja bukanlah hal yang tersulit, tapi memiliki dua orang putralah yang lebih menyulitkanku. Takdir memilih Huguette untuk menjadi pemimpin, tapi kau adalah api yang berkobar dibelakangnya. Tanpa dirimu kakakmu bukanlah seseorang yang disegani." ......
All Rights Reserved
#231
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MOUDA : The Rise Of Izia
  • The Six Crystal (Tahap Revisi)
  • Mahligai Sunyi
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Serenity
  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)

Di dunia asalnya, Arian hanyalah seorang pria hina, tak berarti, terinjak martabatnya, dan terbuang dari harapan. Namun takdir menuntunnya melangkah ke tanah asing yang tersembunyi dari mata dunia. Sebuah kerajaan kacau, tempat di mana ras-ras yang selama ini hanya hidup dalam mitologi benar-benar ada. Kerajaan itu kini diperintah oleh seorang pangeran kejam, tangan besinya menggenggam kekuasaan dengan pasukan manusia dan manusia penyihir yang setia membantai demi ambisi. Tapi dari bayang-bayang istana, sang putri-adik sang pangeran bangkit. Ia satu-satunya harapan terakhir, berniat merebut kembali tahta demi mengembalikan kedamaian dan keadilan seperti di masa lalu, sebelum kegelapan merajalela. Tapi kekuatan sang pangeran terlalu besar. Terlalu kuat. Namun sebuah legenda kuno masih dibisikkan dalam doa dan harapan. Tentang Izia, pedang suci milik sang Kesatria Pelindung. Hanya satu orang yang ditakdirkan mampu mencabutnya dari peristirahatan abadi. Dan ketika orang itu datang... dunia akan berubah. Dan kini, Arian si hina dari dunia lain berdiri di hadapan pedang itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines