Who am I?

Who am I?

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 2, 2024
Hampa. Ya, semuanya terasa hampa dan kosong bagi saya selama hidup saya. Ini sudah menjadi kebiasaan hidup saya. Sendirian, tidak punya teman, keluarga yang buruk, tatapan orang² yang aneh, dianggap tidak ada, dll. Tapi akhir² ini saya merasa terpikirkan dengan hidup saya ini, apa yang harus saya lakukan? It's just feel like.... AKU TIDAK ADA TOLONG AKU atau, Seseorang memiliki kesehatan mental dan kehidupan yang tidak baik, lama kelamaan dia tersadar dengan hidupnya ini. Apa yang harus dia lakukan untuk mengubah nya? Apakah seseorang bisa menolongnya? Apakah dia sendiri bisa mengubahnya? Atau tidak? yang malah membuat dirinya menjadi gila atau lebih buruk?
All Rights Reserved
#36
sendirian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Hopeless
  • Halaman Hidupku
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • ALVIN (On Going)
  • Noda dalam Cinta
  • Deberìa Redirme? (End)
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines