Terpaksa Menjadi Istri Pria Kejam

Terpaksa Menjadi Istri Pria Kejam

  • WpView
    Reads 1,309
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 14, 2025
Menikah adalah impian bagi sebagian besar wanita, salah satunya Clara. Ia bermimpi ingin menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Namun, ia sadar diri. Pekerjaannya sebagai wanita penghibur di salah satu tempat hiburan malam, membuatnya harus mengubur mimpi itu. Sampai ketika suatu malam, ada seorang pria sombong yang mendadak melamarnya. Clara tentu saja menolak lamaran itu. Namun, kesulitan ekonomi mendesaknya untuk memikirkan kembali lamaran itu. Clara pikir tidak ada salahnya untuk mencoba tetapi ternyata ia harus menelan pil pahit di awal pernikahan mereka. Ia tak menyangka dijadikan istri kedua pria sombong dan kejam itu. Clara bingung, apa yang harus ia lakukan. Bertahan atau menyerah, keduanya terasa sama-sama menyakitkan untuknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami yang Berdosa
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Suka Dibalik Lara
  • Enigmasif [END]
  • Saila, Wanita Kedua
  • Dancing In The Wound
  • Istri Kedua
  • MARRIED MY EX
  • DOKTER AMAR BRAMASTA [COMPLETED]
  • My Husband Is A Cold Man

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines