Gustaf Melody - 14 Juni 2018

Gustaf Melody - 14 Juni 2018

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 20, 2024
Kenapa harus dirimu yang datang dari sekian banyak orang? Kenapa harus dirimu yang kini berusaha mengejarku? Dari dulu kau kemana saja? Apalah diriku dimatamu selama ini? Aku sudah muak denganmu. Tidak bisakah kita tak pernah bertemu di awal? • • • • • Hallooo guys, ini adalah New Version dari Gustaf Melody. Setelah melakukan revisi besar-besaran dan ternyata hilang, ya sudahlah aku buatkan yang baru. Disclaimer: ❎gabole copyright ❎ini cerita murni dari chia sendiri ❎pokoknya gak boleh di otak-atik
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Esya {TERBIT}
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Penggemar Rahasia
  • Manakala Pemilik Cinta Ridha
  • You Are My Only One (REVISI)
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Memories in Moon
  • IMPOSSIBILITY LOVE
  • Need you? (Completed)✔

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines