Story cover for Si Manisku by Elivergriselda
Si Manisku
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado mar 16, 2024
Si manisku ini sangat menggemaskan, rasanya aku ingin selalu bersamanya. Dia yang pertama mengajarkanku rasa sayang saat aku masih duduk di bangku sekolah dan ku harap dia juga yang terakhir. 

Si manis ini bukan anak yang populer, dia sama sepertiku yang biasa biasa saja dan hanya memiliki beberapa teman main. Tapi dia adalah orang pertama yang berhasil menarik perhatianku kala itu.

Kalau ingin tau lebih tentang ceritaku dan dia, jangan lupa baca chapter 1 ya.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Si Manisku a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Chiisana Tenohira cover
you are the only one [THE END] cover
First love  cover
My Angel [EDITING] cover
Irreplaceable First Love cover
Oh My Teacher ! cover
Natavian ✔ cover
K-Pop cover
STAY WITH ME (ON GOING) cover
Unfortuned Girl : My First Crush cover

Chiisana Tenohira

17 partes Concluida

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.