A Beautiful Mess

A Beautiful Mess

  • WpView
    LECTURES 2,277
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mai 10, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Paris O'Connor pernah bersahabat baik dengan Romeo Carter. Tapi kemudian Romeo menghilang, lenyap seakan di telan bumi. Paris sedih, marah, kecewa. Tapi itu empat tahun lalu. Dan sekarang Romeo sudah kembali. Paris senang bukan main, tapi... saat mata Paris dan Romeo bertemu, Romeo malah mengalihkan pandangannya seakan mereka tak saling kenal. Paris semakin kesal, tapi Paris tidak mencoba untuk berinteraksi lagi dengan Romeo. Bukan, Paris bukan takut akan penolakan, tapi jauh dalam hati Paris, dia tau jika Romeo ingin Paris untuk bicara dengannya, Romeo pasti akan berusaha. Kemudian sesuatu terjadi, membuat mereka kembali berinteraksi. Mereka kembali membuat kontak. Tapi setelah kembali berhubungan dengan Romeo, banyak sekali hal yang dialami Paris walaupun tidak semuanya merupakan hal menyenangkan. Tapi itu tidak membuat Paris menjauh. Itu malah membuatnya semakin penasaran.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Possesive Playboy
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Paper Plane
  • EPIPHANY
  • Kelas A [End]
  • Daffodil
  • BEDA DUNIA
  • Ali Arkhan

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu