Anak Angkat [AFFAIR]

Anak Angkat [AFFAIR]

  • WpView
    LECTURAS 159,704
  • WpVote
    Votos 683
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, mar 17, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Luna tidak pernah menyangka jika hubungannya bersama papa angkatnya akan menjadi serumit ini. Berawal dari Papa Bram yang memergokinya bermain 'sesuatu' saat tidak ada orang lain di rumah orang tua angkatnya. Lalu berlanjut pada ancaman Papa Bram yang akan mengusirnya. Membuat Luna akhirnya terpaksa menerima permintaan papa angkatnya untuk menjadi penghangat ranjangnya. Semuanya berjalan baik-baik saja pada awalnya. Namun keduanya mulai melibatkan perasaan di dalam hubungan terlarang tersebut. Lalu bagaimana Luna bisa menghadapi semua itu? Apakah Luna akan berakhir bersama Papa Bram? Atau justru Luna yang akan pergi dari kehidupan Bram?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Kedua
  • Serdadu Bulan
  • KHALILA AND OTHERS
  • ANUGERAH UNTUK PRASASTI
  • Senorita in Trouble
  • Waiting For You
  • The Project (ON GOING)
  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido