He's My Captain

He's My Captain

  • WpView
    Dibaca 82
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 19, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dia bukan seorang keturunan kiayi maupun ahli agama. Dia hanyalah seorang fakir ilmu yang selalu ingin terus menggali agamanya tanpa kenal kata 'puas'. Hingga suatu saat ia bertemu dengan seorang gadis berasal dari ponpes Ta'awun Islami yang tak lain berdekatan dengan kost nya. Dirinya mulai tertarik dan ingin memintanya dari sang pencipta agar berkenan mempersatukan mereka berdua untuk diajak bersama menuju janah nya. Namun, saingannya ternyata seorang...gus? apakah takdir akan berpihak dengannya? atau justru ia yang harus berpihak dengan takdir untuk merelakan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#69
islamic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 10. Saktah
  • Menatap Untuk Menetap [END]
  • Gus Dan Gadis Bunga (End)
  • GUS ATAU USTAZ? [END]✅ Sudah Terbit
  • Afnan Al-Farizi
  • GADISNYA AYYAN [TAMAT]
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan