Story cover for USAI by Arcelle_Sf
USAI
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Mar 17, 2024
(Short Story)
(END)

Akhirnya dia sama seperti yang lain. Tidak bisa ku percaya. Meski bertahun-tahun mengenalnya, aku tetap tidak bisa mempercayainya sepenuhnya. Tapi, hanya padanya. Hanya padanya aku membuka diriku sebenar-benarnya diriku. Aku lemah dan rapuh. Namun, apa aku hanya salah satunya diantara banyaknya gadis yang di milikinya? Aku hanya opsi, bukan pilihan. - Sheila

Bagiku, dia kehidupanku. Matanya indah tempatku berteduh. Tawanya bagai air dalam kehidupanku. Air matanya bagaikan tusukan ribuan jarum ke jantungku. Aku sangat mencintainya. Tapi, semua ini terlalu lama dan rumit, dan aku melepaskannya. - Ziyan

Jangan bertemu, hingga kalian tau makna dari kejujuran.
All Rights Reserved
Sign up to add USAI to your library and receive updates
or
#9berhenti
Content Guidelines
You may also like
Unraveled by ariftiaaya
17 parts Complete
"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."
You may also like
Slide 1 of 9
Unraveled cover
Ryosuke (End )  cover
Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo] cover
PARADIGMA  cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
Love Sign [COMPLETE] cover
✔️ I don't love you. cover
Ragashka [END] cover
Butterfly At The Last Gasp  [JILID I] ✅ cover

Unraveled

17 parts Complete

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."