Lawyer [Terbit]

Lawyer [Terbit]

  • WpView
    Reads 478
  • WpVote
    Votes 370
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 12, 2024
Bercerita tentang Abian Malik seorang pengacara yang berjuang mengungkap kasus pembunuhan. "Sudahlah, semua usaha rasanya percuma. Kamu hanya akan buang-buang waktu." Kalimat itu terucap dari perempuan bernama Edel yang beberapa hari lagi akan menjalani persidangan. Edel merasa putus asa. Ia tahu kasus pembunuhan itu benar-benar menjadi topik hangat setiap harinya sejak beberapa bulan terakhir. "Aku akan tetap berada di sisimu, tenanglah. Percayakan semuanya padaku." Namun, hingga hari itu tiba, Abian belum juga menemukan apa pun yang sekedar meringankan hukuman Edel. Meski begitu ia tetap berusaha semaksimal mungkin. "Kamu harus seperti namamu, Edelweis. Bunga abadi yang tidak akan layu," batin Abian menatap perempuan di deoannya itu. Lalu bagaimana dengan usahanya? Akankah ada keajaiban untuknya, atau justru ia akan tetap menemui kegagalan?
All Rights Reserved
#185
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lifeline - Septian Pramudya
  • DOSA DIAM
  • Cita Cinta Jenna
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Stay With Me
  • 𝕯𝖆𝖗𝖆𝖍 𝕯𝖎 𝕵𝖆𝖑𝖆𝖓 𝕿𝖊𝖗𝖑𝖆𝖗𝖆𝖓𝖌 [TERBIT]
  • Malaikat Pengadilan (angel Of Court)
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • Suspicion Wrapped in Elegance

Dengan gerakan pelan, Deelara berusaha menyingkirkan tangan berotot itu dari perutnya. Lalu bergerak mengumpulkan pakaian dan dalamannya yang berserakan di lantai sambil menahan perih di bagian intinya. Setelah mengenakan semua pakaiannya, Deelara berjalan cepat keluar dari kamar hotel yang menjadi saksi percintaannya bersama laki-laki asing yang---'Gue Tian. Anggap ini sebagai salam perkenalan kita.' "Ya Tuhan! Demi apa gue di parawanin sama laki-laki itu?" Deelara mengacak rambutnya frustasi begitu tiba di dalam lift yang kosong, matanya meneliti penampilannya yang terlihat berantakan dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leher jenjangnya. Shit! Lagi-lagi, Deelara mengutuk dirinya sendiri. Sambil mengatur rambutnya untuk menutupi sisa-sisa percintaannya bersama Tian---Deelara buru-buru menggeleng kuat saat ingatan tentang bagaimana dia melewati malam panas bersama pengacara bertato itu terlintas begitu saja. Seluruh tubuhnya tiba-tiba panas dingin meski ingatannya masih samar-samar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines