UNTUKMU YANG TERAKHIR

UNTUKMU YANG TERAKHIR

  • WpView
    Reads 511
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 30, 2024
Cerita ini dimulai di sebuah rumah sakit yang sepi dan hening. Langkah-langkah cemas pemuda-pemuda memenuhi lorong-lorong yang gelap. Cahaya lampu redup menyinari ruangan kosong dengan lembut, menciptakan atmosfer yang tegang namun tenang. Zahir, seorang pemuda, baru saja didiagnosis menderita kanker darah dalam stadium akhir. Kabar itu membuatnya dan teman-temannya cemas dan takut. Meskipun mencari harapan dalam tindakan medis, dokter mengatakan kesembuhan Zahir mungkin hanya bisa datang melalui mukjizat Tuhan. Ini adalah kisah tentang perjuangan Zahir, serta komitmen dia dengan seseorang untuk tetap bersama dalam menghadapi masa-masa sulit yang akan datang. Hanya waktu yang bisa menjawab.
All Rights Reserved
#137
umum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Aku Bersama Tuhan
  • Bintang Kecil Diantara Derasnya Hujan
  • One Last Wish (Completed)
  • OBSESSED MALE LEAD
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • the Edge.
  • NANTHALA
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • KANAYA (REVISI)

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines