My Beloved Cala

My Beloved Cala

  • WpView
    Reads 146,151
  • WpVote
    Votes 4,773
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Aug 10, 2024
"Jelek banget mukanya. Lagi mikirin apa, sayang?" tanya Galen pada perempuan disampingnya yang sebentar lagi menyandang status sebagai istrinya. Nampak perempuan itu-Cala, sedang sibuk dengan ponsel di tangan kiri dan juga pulpen di tangan kanan terlihat berkali-kali mencoret sesuatu diatas kertas. Cala menghembus kan nafasnya berat. "Aku pusing, mas. Aku pengen acara nikahan kita aku pakai MUA ini, pengen pakai dekor itu. Tapi mahal banget aku pengen nangis" rengeknya. Galen terkekeh pelan, "Tinggal tunjuk, sayang. Mas mampu, kok. Asal kamu senang" ujarnya sambil mengusap kepala Cala sayang lalu mengecupnya. Galen masih tak percaya, perempuan yang sedang merengek itu sebentar lagi benar-benar akan menjadi istrinya. Galen masih tak percaya, Cala yang awalnya menolak mentah-mentah lamaran Galen 3 bulan lalu sebentar lagi benar-benar akan menjadi istrinya. Galen masih tak percaya, Cala-cinta pertamanya sejak ia kecil sebentar lagi benar-benar akan menjadi istrinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • DikaRanggi
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • The Chance
  • Finding a Soulmate
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Kamu
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • My Daisy ✔
  • PERJODOHAN:"RELTTA"

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines