Story cover for Last Times by AisyahFanniya
Last Times
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 18, 2024
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersama orang yang aku cintai keluarga, sahabat, dan pasangan hidup yang selalu setia menemaniku hingga disaat terakhirku. 

Merupakan anugrah jika aku masih bisa hidup 5 tahun lagi tetapi takdir berkata lain, ternyata penyakitku berkembang dengan cepat hingga membuat diriku harus siap mental saat menghadapi efek yang mengerikan dari penyakit kronis ini. Namaku Reina Wijaya biasa dipanggil Rein, aku seorang pluviophile (penyuka hujan), musim hujan adalah favoritku. Sebagai keturunan keluarga wijaya yang berfokus dibidang bisnis, hal tersebut yang membuatku untuk membuka usaha dan menjadi seorang CEO di usia muda. Muhammad Zayn CEO yang bekerjasama dengan perusahaan PT Digital Technology dibidang design interior. Zayn seseorang yang taat agama dan membawaku untuk kembali ke jalan Allah SWT, tanpa dia mungkin aku sudah mengakhiri hidup tanpa mengingat penciptaku.

Setiap saat aku berpikir:
Aku takut tidak bersama dengan keluargaku 
Aku takut sendirian
Aku takut tidak kuat menghadapi rasa sakit ini 
Aku takut tidak siap menerima penyakit ini 
Pemikiran tersebut yang terus menghantuiku, hingga ada seseorang yang menyadarkan ku bahwa aku sudah terlalu jauh dari penciptaku yaitu Allah SWT. 

"Disaat kamu berada dekat dengan Allah SWT kamu tidak akan merasa takut karena Allah SWT selalu berada disisi hamba-hamba nya yang selalu bersujud kepadanya."-Muhammad Zayn
"Aku tidak bisa meninggalkan mu, meskipun hanya bisa menjadi sahabatmu seumur hidupku."-Ammar Fathee
All Rights Reserved
Sign up to add Last Times to your library and receive updates
or
#30als
Content Guidelines
You may also like
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
You may also like
Slide 1 of 8
Sebuah Rasa cover
How to Survive cover
Prince Untuk Alea cover
Raina Maramitha cover
Mahligai Cinta [END]✓ cover
Hiraeth. cover
Hujan dan Pembencinya cover
ReLa [ ON GOING ] cover

Sebuah Rasa

15 parts Complete

Selamat Membacaa🌾 "Reyyy,"panggil Dimas Aku menoleh, "hmm, kenapa?" "Gak tau kenapa, gue rasa lo tuh unik" "hah unik gimana maksud lo?" tanyaku butuh penjelasan "Gue juga gak tau, tapi menurut gue lo unik" ucap dimas dengan wajah yang gak bisa di tebak. Gak boleh ke pedean hanaa, takutnya dia cuma prank lo. Setelah beberapa saat ku perhatikan lagi ,benar wajahnya serius ini beneran bukan prank. Gue harus gimana? seneng atau sedih? hati gue gelisah "Dim andai lo tau, selama kita temenan gue mulai nyaman, rasa nyaman ini yang tumbuh dengan sendirinya karena lo sering interaksi sama gue, gue berharap lo jauhin gue, tapi sisi lain gue takut kehilangan orang baik kaya lo. Perasaan yang gue rasain, cukup gue sama Allah aja dim yang tau dan harus gue sembunyiin sebaik mungkin. Lagi-lagi gue takut lo jauh dari gue. Walaupun cepat atau lambat lo akan jauh dengan cara lo sendiri" Ya beginilah resiko punya rasa sama sahabat sendiri, suatu saat akan sakit dengan keadaan yang sebenernya gak rela liat dia sama yang lain. Tapi gimana, cuma bisa berdoa aja biar dia dapet yang baik. dan bilang sama Allah, kalo bisa dia sama aku aja hahaha maksa yaa. Kadang pengin bersikap bodo amat, tapi kepo. Kepo malah nyesek. Ahh serba salah. #Friendzone #Keluarga #Fiksiremaja #humor