Last Times

Last Times

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 22, 2024
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersama orang yang aku cintai keluarga, sahabat, dan pasangan hidup yang selalu setia menemaniku hingga disaat terakhirku. Merupakan anugrah jika aku masih bisa hidup 5 tahun lagi tetapi takdir berkata lain, ternyata penyakitku berkembang dengan cepat hingga membuat diriku harus siap mental saat menghadapi efek yang mengerikan dari penyakit kronis ini. Namaku Reina Wijaya biasa dipanggil Rein, aku seorang pluviophile (penyuka hujan), musim hujan adalah favoritku. Sebagai keturunan keluarga wijaya yang berfokus dibidang bisnis, hal tersebut yang membuatku untuk membuka usaha dan menjadi seorang CEO di usia muda. Muhammad Zayn CEO yang bekerjasama dengan perusahaan PT Digital Technology dibidang design interior. Zayn seseorang yang taat agama dan membawaku untuk kembali ke jalan Allah SWT, tanpa dia mungkin aku sudah mengakhiri hidup tanpa mengingat penciptaku. Setiap saat aku berpikir: Aku takut tidak bersama dengan keluargaku Aku takut sendirian Aku takut tidak kuat menghadapi rasa sakit ini Aku takut tidak siap menerima penyakit ini Pemikiran tersebut yang terus menghantuiku, hingga ada seseorang yang menyadarkan ku bahwa aku sudah terlalu jauh dari penciptaku yaitu Allah SWT. "Disaat kamu berada dekat dengan Allah SWT kamu tidak akan merasa takut karena Allah SWT selalu berada disisi hamba-hamba nya yang selalu bersujud kepadanya."-Muhammad Zayn "Aku tidak bisa meninggalkan mu, meskipun hanya bisa menjadi sahabatmu seumur hidupku."-Ammar Fathee
All Rights Reserved
#244
new
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Survive
  • Behind Our Eyes
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Prince Untuk Alea
  • Raina Maramitha
  • 244 Days to Hurt You
  • Sebuah Rasa
  • DANADYAKSA

Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines