Last Times

Last Times

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 22, 2024
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersama orang yang aku cintai keluarga, sahabat, dan pasangan hidup yang selalu setia menemaniku hingga disaat terakhirku. Merupakan anugrah jika aku masih bisa hidup 5 tahun lagi tetapi takdir berkata lain, ternyata penyakitku berkembang dengan cepat hingga membuat diriku harus siap mental saat menghadapi efek yang mengerikan dari penyakit kronis ini. Namaku Reina Wijaya biasa dipanggil Rein, aku seorang pluviophile (penyuka hujan), musim hujan adalah favoritku. Sebagai keturunan keluarga wijaya yang berfokus dibidang bisnis, hal tersebut yang membuatku untuk membuka usaha dan menjadi seorang CEO di usia muda. Muhammad Zayn CEO yang bekerjasama dengan perusahaan PT Digital Technology dibidang design interior. Zayn seseorang yang taat agama dan membawaku untuk kembali ke jalan Allah SWT, tanpa dia mungkin aku sudah mengakhiri hidup tanpa mengingat penciptaku. Setiap saat aku berpikir: Aku takut tidak bersama dengan keluargaku Aku takut sendirian Aku takut tidak kuat menghadapi rasa sakit ini Aku takut tidak siap menerima penyakit ini Pemikiran tersebut yang terus menghantuiku, hingga ada seseorang yang menyadarkan ku bahwa aku sudah terlalu jauh dari penciptaku yaitu Allah SWT. "Disaat kamu berada dekat dengan Allah SWT kamu tidak akan merasa takut karena Allah SWT selalu berada disisi hamba-hamba nya yang selalu bersujud kepadanya."-Muhammad Zayn "Aku tidak bisa meninggalkan mu, meskipun hanya bisa menjadi sahabatmu seumur hidupku."-Ammar Fathee
All Rights Reserved
#3
storyfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • How to Survive
  • Prince Untuk Alea
  • The Cold Husband✅
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • AZRAELLA
  • Sebuah Rasa
  • Behind Our Eyes

Zayn, Seorang remaja, yang harus merasakan getirnya hidup seorang diri di sebuah rumah besar yang terasa kosong. Kedua orang tuanya harus pergi jauh untuk urusan pekerjaan yang tak bisa ditunda. Rumah itu besar, namun terasa sunyi. Kebebasan yang seharusnya menyenangkan, kini terasa hambar. Di tengah kesendiriannya, takdir mempertemukannya kembali dengan sahabat lamanya, Elinno. Sosok yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Pertemuan itu membawa warna baru dalam hidup Zayn. Namun, tanpa ia sadari, kebebasan yang dulu ia nikmati perlahan mulai terkikis. Elinno, dengan segala perhatian dan kasih sayangnya, tanpa sengaja merenggut ruang geraknya. Suatu hari, masalah rumit datang tanpa permisi. Seorang asing tiba-tiba muncul, membawa serta teka-teki yang harus dipecahkan. Zayn, dengan segala kepolosannya, menarik orang asing itu ke dalam kehidupannya, mengangkatnya menjadi adik dan tangan kanannya. Bersama, mereka menghadapi kasus besar yang kompleks. Di tengah kekacauan itu, suara-suara berani muncul, membawa secercah harapan "Kami datang, untuk mengajakmu pergi dari kesunyian dunia-" -Yeol Zicoshie "Kami siap mengorbankan apapun agar kalian kembali bersama kami-" -Elinno Ryzach Namun, di sisi lain, suara-suara gelap juga terdengar, menghantui dan mengancam: "Kalian pembunuh-" -Zayn "Mereka, Psikopat!" -Gamaliel

More details
WpActionLinkContent Guidelines