CINTA YANG TIADA HABISNYA

CINTA YANG TIADA HABISNYA

  • WpView
    Reads 1,254
  • WpVote
    Votes 734
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Grief and Bereavement
Abuse and Trauma
Mental Health and Neurodiverse
Cerita tentang seorang ayah yang sangat menyayangi putri kecilnya. Dengan segenap hati dan jiwanya cinta yang benar-benar tulus apa adanya. Namun.... Itu semua hanya menjadi kenangan yang menyakitkan. "Ayah aku ingin selalu berada disisi mu bahkan jika itu dikehidupan selanjutnya, aku ingin tetap menjadi anakmu ayah" putri kecil. "Aku tidak mengharapkan keluarga ini hancur, tapi jika ini takdirnya aku tidak bisa merubahnya kan?" Viera "Jahat sekali dia, menyakiti 3 hati perempuan sekali gus" Reyhan. "Kehadiran mu merusak segalanya Viera" Anna. "Maaf jika kelahiran ku didunia ini membuat keluarga ini hancur" Viera. "Kalau Viera pergi artinya Tasya juga pergi" Tasya. "Tuhann... Hiks.... Hiks... Hiks izinin Viera lebih lama bersama mereka" Viera. "Kehadiran mu sudah membuat ku cukup bahagia" Biru. "Maaf telah membuat hati kalian terluka" Dani Kenangan yang begitu indah kini menjadi menyakitkan, tidak ada lagi canda dan tawa yang menggema di ruang tamu bahkan wajahnya saat ini sudah terlupakan oleh ku. "Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang diluar batas kemampuan hambanya" Viera.
All Rights Reserved
#28
kekeluargaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • sebenci itu??
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • ANDAI AKU BISA
  • Rintangan Harsa { SELESAI }
  • 𝙇𝙐𝙆𝘼 𝙂𝙍𝘼𝘾𝙄𝙀
  • LOVE in SILENCE
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines