Sang Apsara

Sang Apsara

  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
[Terinspirasi dari Kisah Nyata] Ria Anindita perempuan dengan segala kemisteriusannya dengan masa lalu yang menyedihkan lagi kelam. Bertemu Nashar pemuda dari kabupaten P yang perlahan berhasil mengusir rasa takut akan masa lampau. Bukan hanya mengkisahkan percintaan, namun juga masa lalu, karma, dosa, kutukan dengan latar belakang salah satu Kota di Jawa Barat, Kecamatan M, dan Kabupaten P. Masih ada yang abu dalam kisah ini karena yang diceritakan hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup. [Maret-Wallahualam] Kisah ini tetap Fiksi.
All Rights Reserved
#51
pertentangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • The story of a karma girl
  • Nostagia dalam perjalanan
  • Dikhianati Tuhan
  • DESA PUNYA CERITA
  • di bawah langit hindia
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Hello Jodoh
  • Janji Seribu Bulan ✓

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines