The Miracle Loves Me

The Miracle Loves Me

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 25, 2024
Bagaimana jika hidupmu ada diambang kematian? ketika kau sudah tak punya lagi alasan untuk tetap bertahan, saat semua orang yang kau sayang tak lagi menginginkan kehadiran mu. Sunyi-nya malam kala itu, menjadi pertemuan pertama Aurin dengan sosok yang membangkitkan semangat nya untuk tetap hidup di dunia yang penuh penderitaan. Beberapa tahun kemudian, Aurin dipertemukan kembali dengan sosok yang menyelamatkannya lima tahun yang lalu. Sosok itu mulai masuk kedalam lingkaran takdir Aurin. Hari harinya mulai berwarna semenjak kehadiran sosok itu. Dan disinilah semuanya bermula.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
pustakawan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Di Antara Pengaruh dan Perasaan
  • Shadows of the Main Story
  • Aku di mana? (lookism)
  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Faith in You : The Seeker
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • You're The Last ~ [END]

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan