LOVE FOR DEATH || BIANCA DAN JEVAN

LOVE FOR DEATH || BIANCA DAN JEVAN

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 23, 2024
" Kalo semisal hp kita waktu itu gak ketuker, Mungkin sekarang kita gak akan pernah kenal dan sedeket ini ya Ca?" Ucap Jevan membuka suara. Caca tertawa, Pertemuan awal mereka itu lucu. Ia berharap pertemuan terakhir juga akan selucu itu. " Dan Caca gak akan pernah nemuin kebahagiaan kalau semisal waktu itu hp kita gak ketuker" Jawab Caca, Jevan membawa Caca kedalam pelukannya. ~~~~ " G -gue.. Tau, Tapi gue pengen liat perempuan gue bahagia sama sahabat gue sendiri. Bisa'kan Za?" Rintih Jevan, Ia sudah tak mampu melakukan apa apa selain berbaring. Reza menangis sembari menggelengkan kepalanya, Memberi jawaban 'tidak' " Gak! Caca bahagia sama lo! Gue gak akan bisa gantiin posisi lo!" Jevan tersenyum, " l - lo pasti bisa Za.. g - gue tau sahabat gue bisa segalanya.." " Termasuk ikhlasin gue pergi.." lanjut Jevan. ~~~ " Eja bawa Caca ke makam? Mau ngapain? Bukannya kita mau ketemu Jeje?" Tak ada jawaban dari cowo itu, " ayo Eja, bawa Caca kerumah Jeje!" Teriaknya. " Rumah Jeje udah pindah Ca, Disini".
All Rights Reserved
#269
bocil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Arsyilazka
  • DUDA LEBIH MENGGODA {SLOW UP}
  • GANGSTA (End)
  • RAKAALENA
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Boss (JeongBby)

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines