AL-WAQIAH?

AL-WAQIAH?

  • WpView
    Membaca 383,980
  • WpVote
    Vote 15,477
  • WpPart
    Bab 55
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 3, 2025
cerita ini menunjukan seorang gadis Jawa bernama Rara, seorang ning yang di jodohkan dengan sahabat dari ayahnya (anak dari Gus ilham) tanpa ia ketahui. "Seperti yang pernah saya bilang kamu halal bagi saya dan saya halal bagi kamu. Saya suami kamu" ucap Gus raynor yang sedang menatap mata indah milik rara "Hahaha, Gus bisa aja bercandanya" balas Rara dengan tawa kecilnya itu, ucapan apa ini? sungguh sulit untuk dipercaya "Kamu ga percaya hm?" "Ya enggak lah gus" ujarnya dengan kekehan kecil Hallo man teman, makasih udah mampir,penasaran ga nih sama cerita Gus raynor sama Ning Rara? Hehehe Jujur ini karya pertama aku aku juga masih pemula jadi aku minta maaf bila alur nya acak-acakan. Jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan vote&komen kalian yaa, vote dan komen kalian sangat berharga buat aku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#317
gusmuda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mutiaraku
  • ALIF (TERBIT)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • SANTRI PILIHAN ABAH YAI
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • GuS [END]
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan