We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Seperti Nikotin

Seperti Nikotin

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 10, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Spin-off Novel Terserah di akun qusyair. {Buat seru-seruan aja} Nikotin identik dengan rokok. Tapi menurut Lino ... Tara adalah nikotinnya. "Saya ingin tahu rasanya mematahkan leher Anda yang halus dan mulus ini." "Simpan imajinasi bodohmu untuk dirimu sendiri." "Pasti ... sangat nikmat, kan?" "Gila." "Hanya untuk Anda~"
All Rights Reserved
#15
terbakar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Jati Diri Sisiopat (END)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • I am become to male protagonis best friend
  • MY PSHYCO
  • Keazen (A Sly World)
  • The Dark Side(END)
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • My Boy Was a Killer

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines