BEGIN : Let's Run

BEGIN : Let's Run

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 20, 2024
"Luna, can you hear me?" Bagaimana pun tidak ada ide melarikan diri sama sekali di pikiran Luna. Tetapi, pikiran itu berubah, ia harus lari dari negeri bedebah ini, sial! Luna benar benar tidak ingin di tempat ini lagi. Di saat perjalanan kaburnya, dia jatuh ke jurang. Ditemukan oleh seorang bangsawan, di rawat dan di asuh mereka. Walaupun begitu, dia harus lari kembali. Masalah dan kesialan benar benar tidak lelah mengejarnya. 'Kalau aku menulis kisah tentang ku, lebih baik menuliskan takdir untuk diriku mati daripada membuat alur yang menyenangkan untuk ku' -Luna Ashele Cemerone-
All Rights Reserved
#9
mythic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Enchantress, Return of The Guardian [LOTR fanfic]
  • Labirin Ilusi
  • ALPHA'S DESTINY [ END ]
  • Bulan Merah Wilwatikta [TAMAT]
  • Guardian Angel
  • Transmigrasi Arabela - Descendants [COMPLETE]
  • [B1] Si Bocah Kecil yang Manis dan Sassy
  • The Predicted Luna

✨ series kedua "The Enchantress" ✨ Ketika sebuah insiden tak terduga membangkitkan ingatan-ingatan yang perlahan mengaburkan batas antara ilusi dan kenyataan, Luna dipaksa menghadapi masa lalunya yang menyakitkan - mimpi buruk di masa depan dan kekacauan besar yang terjadi akibat perbuatannya. Terdesak oleh rasa bersalah yang mencekik dan kerinduan yang tak terobati, Luna bersumpah akan menemukan jalan kembali ke Middle-Earth, meski harus mempertaruhkan segalanya. Namun, apa yang dia pikir sebagai jawaban atas doanya ternyata menyimpan teka-teki yang jauh lebih gelap. Sebuah kekuatan misterius menariknya kembali, bukan ke tempat yang dia kenal, melainkan ke masa yang ingin dihindarinya. Di tengah keheningan sebuah menara tua, dikelilingi bayang-bayang yang terasa hidup, suara dingin nan menggema menyambutnya: "Selamat datang di Middle-Earth, Enchantress." Perasaan asing menyelimutinya-bukan hanya waktu yang telah berubah, tetapi juga tempat tersebut. Sosok-sosok yang seharusnya tidak mengenalnya tampak menunggu, seolah mereka telah lama merencanakan kehadirannya. Apakah ini peluang untuk memperbaiki segalanya, atau awal dari kehancuran yang lebih besar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines