We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DEMISIEN (Demian & Sienna)

DEMISIEN (Demian & Sienna)

  • WpView
    Reads 7,579
  • WpVote
    Votes 2,397
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 3, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Inilah hidup, penuh dengan tantangan dan kesedihan, kadang juga bahagia, tapi kenapa kebahagiaan itu selalu tidak bertahan lama dalam kisah ku?" Sienna, gadis berusia 17 tahun yang di jadikan babu di rumahnya sendiri. Sedikit pun ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Ayahnya hanya menyayangi istri dan anak tirinya saja. "Hanya satu yang Sienna mau, Pah. Sienna cuman mau Papa juga sayang sama Sienna ... kadang Sienna iri sama Amora dan Bang Jafar, Papa selalu manjain mereka, Papa gak pernah lihat Sienna, kenapa Pah? Sienna anak kandung Papa kan? tapi kenapa Papa gak pernah sayang Sienna ... Jangankan sayang, seumur-umur Sienna belum pernah rasain di peluk sama Papa." "Sienna juga pengen dimanja kayak anak-anak lain, Pah." Gadis cantik berambut sebahu dengan poni itu selalu mendapatkan kekerasan, namun sedikitpun ia tak pernah mengeluh atau bahkan membantah ayahnya itu. Setiap kebaikan dan perhatian yang dia lakukan selalu tak di hargai di rumahnya, ia ada namun tak di perhatikan sama sekali. "Sienna belum pernah rasain di peluk sama Papa, tapi rasain pelukan Mian udah buat Sienna senang, Sienna ngerasa lagi di peluk sama Papa," "Lo boleh peluk gue kapan pun lo mau, Na. selagi itu buat lo nyaman gue bakal siap jadi rumah kedua buat lo." Semenjak Sienna bertemu dengan sosok pria tampan nan jahil seperti Demian. Senyuman yang sudah lama menghilang sejak kematian Ibunya kini kembali lagi. Demian berhasil menjadi sosok penenang, penyemangat bahkan menjadi rumah kedua Sienna. Namun, kebahagiaan yang Sienna rasakan tak bertahan lama, karena sosok rumah keduanya itu di kabarkan telah meninggal dunia akibat luka tembakan di dadanya. penasaran dengan ceritanya? Yuk terus pantangin cerita ini ⚠️ Cerita ini murni hasil dari imajinasi ku sendiri, jadi jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, latar bahkan alur, itu murni ketidaksengajaan⚠️ Start : 19 Maret 2024
All Rights Reserved
#76
tangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Peluk Aku, Tuan
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Semesta untuk sean
  • AILAH(END)✅
  • Remember You - {On Going}
  • ABISATYA | END

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines