Destino

Destino

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2024
Jika takdir memintaku untuk memilih. Aku jauh lebih bahagia saat menatap kegelapan, dibandingkan harus melihat warna yang begitu menyakitkan. - Ashilla Kayona Adhikari - Jikalau bentala dan bumantara tak akan pernah menjadi amorfati. Bagaimana jika aku dan kamu saja yang menjadi jatukrama tanpa lara dalam asmaraloka ini? - Aseno Akarsana - Takdir terlalu kejam. Kenapa dua insan yang begitu mencintai harus dipisahkan secara paksa tanpa tanda pamit yang meminta izin. - Katarina Wijaksana - Tidurlah dengan tenang. Aku akan menjaganya seperti aku menjaga seorang adik. Bertemu lagi sebagai temanku dikehidupan selanjutnya. - Kenzo Pradipta -
All Rights Reserved
#31
chanyoel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Hidden Heart [END]
  • BUNGKAM
  • BAYANG SEMU [END]
  • ALSTARAN [END]
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • KEANSHA [Hiatus]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Rahasia Dibalik Persahabatan
  • Clone (Complete) ✔

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines