ZAFRAN
  • WpView
    Reads 30,463
  • WpVote
    Votes 2,131
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 28, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Growth and Self-Discovery
Muhammad Syatir Zafrani, merasa kehilangan kehangatan keluarga, setelah kedua orang tuanya tiada. Zafran hidup sebatang kara di Pesantren. Satu-satunya kerabat yang peduli adalah sang ibu sambung. Sayang, mereka tinggal terpisah jarak yang teramat jauh demi menyambung hidup Siapa kira? Saat dirinya diterpa ujian yang menjungkir balikkan hidupnya. Tuhan mengirimkan sosok saudara yang selama ini tak pernah Zafran temui. Ialah Chandra, kakak sambungnya. Zafran bingung menghadapi kakaknya tapi dia tak punya alasan lain selain ikut dengannya, apakah Zafran bisa bertahan hidup bersama orang yang tak pernah berbicara padanya?
All Rights Reserved
#43
sickmalelead
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Before 180 Days ✓
  • Indifferent
  • Zardan & Zaya [END]
  • MASIH ADA KARISA ✔️
  • That Memory✓
  • Outcast; How to Get a Happiness?  [END]
  • Menjadi Skala ✓
  • One Shoot Brothership ✓
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • Life Script

Saat Yasa dan Yada masih kecil, mereka adalah saudara kembar yang tak terpisahkan. Dunia mereka penuh dengan tawa, mimpi, dan kehangatan keluarga. Namun, segalanya mulai berubah ketika Yasa pertama kali didiagnosis lupus. Di usia yang masih belia, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tubuhnya tak sekuat anak-anak lain. Yada, yang selalu melihat kembarannya sebagai bagian dari dirinya sendiri, mulai merasa takut kehilangan, takut melihat Yasa menderita. Sementara itu, orang tua mereka yang dulu harmonis perlahan mulai retak, perdebatan tak terhindarkan, dan rumah yang dulu terasa aman kini menjadi medan ketegangan. Di antara kesakitan dan ketidakpastian, Yasa dan Yada berusaha bertahan, saling menggenggam erat sebelum badai benar-benar menghancurkan keluarga mereka. Sebelum semuanya hancur, sebelum rumah mereka tak lagi sama, mereka masih punya satu sama lain-setidaknya untuk saat itu. Mampukah mereka mempertahankan keutuhan keluarga, ataukah pada akhirnya perpisahan tetap tak terhindarkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines