Ambivalen; Hate and Love

Ambivalen; Hate and Love

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 3, 2025
18+ Athalia Swastamitta merasakan kebencian yang begitu hebat pada Safal Ethan Aarash. Talia terjerat oleh perangkap obsesi Arash, sepanjang hari selama dua tahun terakhir masa sekolahnya Talia habiskan dengan perasaan sedih, tertekan, dan ketakutan. Menjelang hari pelulusan Talia pikir ia akan segera bebas dari jerat obsesi Arash, namun kemudian Talia menyadari sesuatu, diam-diam perasaan nyaman dan tak mau kehilangan sosok Arash menyusup diantara perasaan-perasaan takut itu, apa yang harus Talia lakukan? Kebebasan sudah di depan mata, tapi bagaimana dengan perasaannya yang lain? 𝐜𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐞𝐬𝐭.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thorns of Betrayal
  • [BL] My Older Brother
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  •  Giving Up On You
  • Arion (End)
  • almost hate
  • VIETATO

#Obsession: Between Love, Hate, and Revenge #Bukan Cerita Transmigrasi #Terinspirasi dari Cry, Or Better Yet, Beg Claudine Sullivan selalu tahu hidupnya bukan miliknya sendiri. Sebagai pewaris keluarga Sullivan, ia hidup sesuai aturan: sempurna, tak bercela, dan selalu di puncak. Hingga satu kejadian meruntuhkan segalanya-tunangan yang dijodohkan dengannya, Elyas Salvadore, kedapatan berselingkuh. Bukan dari kalangan bangsawan atau sosialita... melainkan Amelia Wigan, pembantu di rumahnya. Sebuah tamparan keras bagi harga dirinya. Yang membuatnya makin hancur, ini bukan sekadar skandal. Elyas benar-benar jatuh cinta pada Amelia. Bukan cinta biasa, melainkan cinta yang obsesif, gelap, dan membara. Amelia pun membalasnya dengan ketulusan yang membuat Claudine muak sekaligus... iri. Ia bisa menerima jika Elyas memilih seseorang di atasnya. Tapi ini? Seolah dunia menertawakannya. Seolah semua yang ia bangun-kesempurnaan, martabat, status-tidak berharga sama sekali. Namun Claudine bukan tipe yang menyerah. Jika Elyas ingin bermain kotor, ia akan bermain lebih kotor. Jika cinta mereka tulus, ia akan merusaknya. Bukan karena ia masih menginginkan Elyas, tapi karena ia tak akan membiarkan mereka menang. Namun saat Claudine menarik mereka masuk ke dalam permainan balas dendamnya, ia mulai terseret lebih dalam ke kegelapan yang tak pernah ia bayangkan. Elyas dan Amelia bukan sekadar korban, mereka adalah pemain yang sama berbahayanya. Saling mencintai, saling menghancurkan, dan siap menyeret Claudine ke dalam lubang yang mereka gali bersama. Pada akhirnya, ini bukan soal cinta. Ini soal siapa yang sanggup bertahan hidup dalam permainan penuh kebohongan, manipulasi, dan kepahitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines