Untukmu, Safina

Untukmu, Safina

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 19, 2024
Safina Aleya, perempuan itu lekat disapa Saf. Perempuan sederhana itu memiliki kisah cinta cukup rumit dari teman-temannya. Kalau Gita memiliki pacar yang manja, sedangkan Dini punya pacar super cuek. Safina tidak punya lelaki yang bisa ia deskripsikan. Safina menatap lelaki didepannya, Fabian yang selalu membawakan gulali pink berbentuk kepala babi. "Saf, lo mau ga nikah ma gue?" "LO GILA?!" Safina tidak menyangka ia dipersunting Fabian, manusia random yang hadir ke dunia nya seperempat abad ini. Safina menyetujui itu. Dan, gilanya, hidup Safina menjadi tambah rumit.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • Dear, Pak Dosen 2 (Completed)
  • Kahfi dan Yumna
  • FATHANAH
  • Love Letter : Mission To Get You [End] | Revisi
  • Should I Marry My Best Friend?
  • Cinta yang tak terlupakan
  • PULCHRA (  TAHAP REVISI ) [ END ] ✓
  • Om, Ayo Nikah!
  • Sakura✔️

"Diambang kebingungan, memilih antara Ayahku atau kamu pujaan hatiku. " Khairunnisa Amalia adalah gadis belia yang cantik, tetapi manja. Dia sering dirundung oleh teman-temannya. Dia dinikahi Ali-guru muda yang masih menginjak usia 20 tahun. Lebih tepatnya nama laki-laki tersebut adalah Ali Habibi Safwan. Suatu kejadian tiba-tiba merubah sikap Ali menjadi tidak sama lagi. Sehingga Annisa dihadapkan oleh pilihan, yaitu memilih antara ayahnya atau Ali. Sebenarnya, apa alasan Ali menikahi gadis seperti Annisa? Kenapa Ali berubah? Dan siapakah yang akan Annisa pilih? ------------------- Menggoda keduanya apalagi dari pihak sang bunda yang sangat ramah. Bahkan, mereka pun sangat mendukung Annisa menikah muda dengan Ali. Karena kenaikan orang tuanya dulu. "Baolehkan saya menge... cup kamu? " tanyanya dengan kalimat tertahan. Annisa terdiam. "Emangnya kalau udah nikah dan sah boleh kecup-kecupan ya, Pak? Bukannya, bukan mahrom? " Ia bertanya dengan wajah lugu. Bunda Syalum yang menjadi nyamuk lagi-lagi dibuat malu oleh anaknya. "Boleh dong, Sayang..., " gemasnya. Ali hanya memegang kepalanya sambil terkekeh gemas. Annisa menunduk malu. "Ya-ya udah, " katanya dengan suara tertahan. Ali mendekatkan wajahnya ke kening Annisa. "Ekh, Pak Ali, tapi jangan lama-lama ya, malu..." Ali mengangguk, lalu mengecup kening Annisa lama. Annisa memejamkan mata, menikmati sensasi aneh yang menjalar disekujur tubuhnya. Bunda Syalum sudah ngacir dan digantikan dengan sorakan godaan. Ali melepaskan kecupannya setelah mendengar godaan yang semakin menjadi-jadi. Annisa yang malu langsung memeluk tubuh Pak Suami. Wajah meronanya hanya bisa dilihat oleh Ali.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido