Si Nona Opacraphile

Si Nona Opacraphile

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 23, 2024
Ketika dia beranjak dewasa, semakin kejam rasanya dunia yang dihadapi. Tetapi, masih ada Lula, sahabat baik Laudya. Mereka sama-sama menyukai dunia seni dan kuliah di jurusan yang sama. Tapi, Laudya lebih menyukai senja dan menjadikannya ke dalam sebuah lukisan. Selama masa kuliahnya, ada Idris sebagai musuh saingannya. Edo, si cowok Psikologi yang membenci lukisan, Jay yang trauma terhadap cinta di masa lalunya, dan Leon si cowok penengah diantara Edo dan Jay. Akankah dunia Laudya akan baik-baik saja?
All Rights Reserved
#8
opacraphile
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Hues of You
  • My Lovely Teacher [SUDAH TERBIT]
  • Sajak Senja [END]
  • Ketua BEM || Fakultas Kesenian || TERBIT.
  • Hai, Senja [ END ]
  • Sejuta Senja (Versi Revisi)
  • BAD GIRL ( END)
  • Laut dan Senja (TAMAT)

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines