GALAKSERA

GALAKSERA

  • WpView
    LECTURAS 732
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 27, 2024
"Selamat pagi, Sera. Calon pacar, calon istri, dan calon mami-nya anak anakku," Sapa Galaksi pada Sera yang baru saja keluar dari mobilnya. "Sinting!" Maki Sera. - - - "Se, semua gak kaya yang ada di pikiran Lo. Gue beneran sayang dan cinta sama Lo, Se. itu Cuma salah paham!" Kata Galaksi sambil menatap dalam mata Sera, genggaman tangannya pada tangan mungil Sera pun tak kalah erat. Seolah membuktikan ucapannya tak main-main. - - - "Ini udah hampir satu tahun, tapi Gue belum berhasil hilangin perasaan Gue buat Galaksi. Gue juga sayang dan cinta sama Lo, Gal. Tapi Gue takut, Gue takut Lo gak serius sama semua pengakuan Lo itu," Monolog Sera di kondisi kamarnya yang temaram. - - - Mereka mimiliki perasaan yang sama besarnya, namun sikap Galaksi Arlion Megantara si laki-laki humble dan Anasera Kaluna Dirandra si gadis yang terjebak kesalah pahaman tanpa keberanian meminta penjelasan, membuat mereka terjebak pada situasi yang sulit untuk memahami perasaan mereka masing-masing. Akankah kisah mereka berakhir bahagia?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • Darah dan Rembulan: Kisah Cinta Vampire dan Serigala
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Like A Star (Complete)
  • Kelas A [End]
  • FANÀTICO | MANURIOS (RE-PUBLISH)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • AURORA

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido