PELARIAN SANG PENDOSA

PELARIAN SANG PENDOSA

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sinopsis: Arthur adalah seorang senior berusia 18 tahun yang merupakan seorang pemalas tanpa tujuan untuk masa depan. Hidupnya tidak kemana-mana sampai suatu malam dia dipindahkan ke Alargon, dunia yang penuh kekacauan dan dalam cengkeraman ratu iblis yang jahat. Selain itu, dia mendapati dirinya terjerumus ke dalam perang yang tidak dia inginkan karena yang ingin dia lakukan hanyalah kembali ke rumah.
All Rights Reserved
#16
strategy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only for Villainess (Tamat)
  • Limited Time Antagonist [END]
  • King's Obsession (Complete)
  • I'm Serious! [End]
  • ASRAR [TERBIT]
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Exchange Souls With Villains
  • Scarlet Moon: The Last Witch

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines