REVENGE IN A FANTASY WOLD

REVENGE IN A FANTASY WOLD

  • WpView
    مقروء 72
  • WpVote
    صوت 21
  • WpPart
    فصول 5
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: سبت, مارس ٢٣, ٢٠٢٤
WpInfo
روائيّة
خيال
antara bertahan dalam ketidak Adilan atau membalas kan dendamnya yang selama ini ia pendam, Dia adalah kaizen alagaesia , seorang anak laki-laki tubuh dalam ketidak Adilan dalam hidup nya, hanya sebuah cacian dan makian,tak lupa kedua orang tua kandungnya sendiri sampai main tangan terhadap seorang anak yang baru menginjak 7 tahun itu, walaupun lahir di dalam keluarganya yang memiliki semuanya,tak membuat diri anak itu bahagia, melainkan hanya siksaan dan penderitaan dalam hidup nya. Sebelum memasuki tubuh karakter dalam komik yang ia baca, Kevin Aprilio adalah seorang siswa SMA tingkat ke dua, melainkan biasa kita sebut dengan kelas 2, karena kecanduan membaca komik dalam handphone nya, ia sampai lupa bahwa akibat kecerobohan nya,ia terjatuh di tangga lantai empat sekolahnya,yang mengakibatkan dirinya harus meninggal detik, menit,hari,tahun, itu juga. dan berakhir dirinya, masuk kedalam tubuh seorang anak laki-laki berusia 7 tahun. Start :: Jumat 22 Maret 2024 And :: ? Note: cerita hasil murni dari pemikiran saya sendiri, banyak kesalahan dalam penulisan, typo bertebaran,tanpa harus merugikan pihak orang lain. jika suka dengan cerita yang sama buat silahkan tinggalkan jejak dan jika tidak suka bisa pergi dari lapak ini.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • She is Maudy [Hiatus]
  • Portal: Sang Penjelajah Tempat
  • Night Start's [On Going]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Our Class: ExSiFo
  • Another Soul Elana {End}
  • Destiny Changing Action
  • A L G A R I S  (Selesai)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى