Begins With a Dream

Begins With a Dream

  • WpView
    Reads 411
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 16, 2024
Pricilia Azura, seorang pemimpi yang memiliki banyak sekali impian yang ia sendiri pun tidak tahu apakah mimpi itu akan menjadi kenyataan atau akan menjadi angan-angan saja. Dia selalu bermimpi untuk menjadi seseorang yang sempurna, tetapi nyata nya ia hanyalah manusia biasa. Sampai pada saat itu ia memimpikan seorang laki-laki yang belum pernah ia temui, tapi anehnya laki-laki tersebut selalu datang di mimpinya dengan penampilan yang tak pernah berubah. Ada apa ini?kenapa ia jadi memimpikan laki-laki itu secara terus-menerus?apakah ada suatu alasan yang membuat lelaki itu terus berada dalam mimpinya? this is my first story, dan ini hasil pemikiran ku sendiri. ⚠️dilarang keras untuk plagiarisme.
All Rights Reserved
#163
friendly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines