Ren di Malam Itu

Ren di Malam Itu

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
Ren di malam itu memiliki kebiasaan baru yang mengubah hidupnya, kesenangan baru, tempat bercerita bahkan ternyaman mengalahkan teman-temannya. Temannya heran, semua heran namun tak ada yang menyadari sesuatu yang tak abadi bahkan hanya sementara nan berharga akan lebih menyakitkan bila kau sudah terjatuh begitu dalam. Rendra Mahendra, hidup dengan masa lalu penuh misteri terlebih setelah mengenali saudara sedarahnya, Fira Athalla. Ia hanya terlahir tanpa rencana, tanpa bagaimana masa depan ia haruskan. (N: cerita ini merupakan lanjutan dari Webtoon TROBOCENT/Trouble and Innocent) Enjoy!
All Rights Reserved
#68
pegunungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Reinkarnasi Istri CEO
  • Arthar Kavindra
  • Stepbrother✔️ [Tamat]
  • "Rahasia Yang Tersembunyi"
  • Renda: The Lost Sky [END]
  • Duo Berandal yang Terculik✔
  • Suaraku Mati di Udara
  • Renjana [COMPLETED]

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines