KELUARGA MELISA

KELUARGA MELISA

  • WpView
    reads 2
  • WpVote
    Stemmen 1
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, mrt. 23, 2024
WpInfo
Fictie
Romantiek
"Aaaa, masa bule miskin?" "Bule ga ada orang tua hahaha." "Sok jago banget si lu!" "It's okay, I'll show you that it's you who are stupid!" Aku hanya menanggapinya seperti itu. Yah, itu adalah cuplikan cemoohan mereka. Sering aku mengumpat. So far aku harus kuat. Perkenalkan, namaku Melisa. Asalku dari New York Amerika Serikat. Aku sungguh, menginginkan sekali bersekolah di Indonesia. Sedari kecil aku bercita-cita ingin sekolah di negara tersebut, dan sekarang tercapai. Namun, aku dihadapi masalah kala aku sudah bersekolah. Ibu adalah pengusaha yang memiliki perusahaan bernama Electronic center atau EC. Dan naas, kerugian besar menimpa cabang perusahaan di Indonesia dan minta ganti rugi ke pusat untuk gaji karyawan. Secara tidak langsung itu membuat sekolahku terhambat. Tapi, ibu berjanji akan mengusahakan yang terbaik untukku. Dan aku pun harus menerima jika suatu saat nanti aku harus kembali ke Amerika dan tidak lagi bisa bersekolah di Indonesia. Aku adalah orang yang pintar, periang, dan selalu antusias terhadap segala hal. Namun, teman-temanku tidak menyukai itu. Dan banyak yang iri juga tak jarang aku mendapat cemoohan dan buliying baik itu verbal maupun non verbal. Aku harus tabah, aku harus kuat. Tapi, apakah aku mampu menghadapinya? Aku tidak bisa diam terus-menerus. Suatu saat kelak mereka akan merasakan apa yang kurasakan.
Alle rechten voorbehouden
#905
pengusaha
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Don't Talk About Money
  • Ayesha Transmigration
  • Pretty Careless
  • ɪ ʙᴇᴄᴀᴍᴇ ᴀ ᴘᴏᴏʀ ᴘʀɪɴᴄᴇ
  • ASAVELA KIARA
  • My ice girl
  • ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • Promise

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen