Breathing || Renjun (00L)

Breathing || Renjun (00L)

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 228
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2024
Kamu tahu apa yang lebih menyakitkan? Bukan karena sendirian sejak awal, justru karena mempunyai ikatan. Bagaimana kehilangan semua ikatan itu akan terasa sangat menyakitkan. Terlebih manusia tidak akan pernah saling memahami kecuali mereka pernah mengalami penderitaan yang sama. Jadi jangan pernah berlagak kamu tahu apa yang aku rasakan, itu memuakkan. Ah, satu lagi jangan pernah mencegahku melakukan sesuatu. || "Seberapa keraspun aku berusaha melupakan masa itu,nyatanya perasaanku tak bisa berbohong. Bagaimana setiap ingatan itu muncul semakin membuatku membenci dunia yang fana ini,membenci setiap takdir yang kualami, dan berakhir membenci diriku sendiri." "Aku tidak akan meghakimimu,akupun tak tahu sesakit apa yang kamu rasakan. Aku sering bertanya pada diri sendiri,apa hanya aku yang semenderita ini? Namun kamu mengajarkanku, tak ada manusia yang hidup tanpa luka,sekecil apapun itu." Raksa memandang langit malam bertabur bintang itu, kemudian melirik perempuan di sampingnya dan tersenyum manis. Perempuan itupun tersenyum sambil memandang langit malam. " Sa,kamu pernah bilang kenapa manusia nggak bisa seikhlas langit yang rela awan gelap menutupinya lalu menurunkan hujan tanpa pernah menjanjikan pelangi datang?. Sampai saat ini aku nggak pernah menemukan jawabannya, apa kamu sudah menemukan jawabannya Sa?"
All Rights Reserved
#672
aksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sergio | Haechan
  • Dreaming || Haechan
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • SQUAD TO SIBLINGS {END} ✓
  • Kemana Arah Pulang?
  • Sandyakala | Haechan
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉

"Jen lariii" Gio menarik tangan Jeno mereka berlari tanpa arah bahkan Gio meninggalkan Motor sport nya di pinggir jalan. Mereka memasuki pemukiman warga dan terus berlari sesekali Gio menatap kebelakang memastikan orang-orang itu masih mengejar atau tidak. "Kejar mereka jangan sampe lolos" "Jen lo lari ke kerumunan warga yang di sana terus minta tolong gue bakal ngalihin mereka" ujar Gio mengatur napasnya "Lo gila tar lo kenapa-napa kita bareng aja" Jeno tak menyetujui saran dari Gio "Udah buruan, ohiya kalo gue kenapa-napa bilangin kalo gue yang ganteng ini sayang banget sama nyokap bokap gue terus bilangin juga gue sayang banget sama bang Anta. Lo pergi buruan" usir Gio, dan Jeno berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan. "Sialan si Gio lagi genting begini masih aja becanda" gumam Jeno Pernah Peringkat #1 in mengikhlaskan #2 in pembohong # 12 in kenangan #33 in leehaechan

More details
WpActionLinkContent Guidelines