Sahabat yang ikut menyaksikan maut yang memisahkan mereka, tak ada hal yang lebih gila dan sakit selain melihat kematian orang yang kita sayang.
"Mengikhlaskan seseorang memang tidak mudah, Tapi setidaknya kamu harus tetap berusaha untuk itu. Bukan melupakan melainkan mengikhlaskan."
Ajarkan anakmu ini bagaimana caranya mengikhlaskan kepergian sahabat kecilnya, Bunda. Seandainya memang semudah itu, ia tak akan berbeda dan tak akan menjadi sejauh ini. Jika kalian merasakan kehilangan lantas Dara merasakan kehilangan dan kekecewaan, Dara akan merasa jauh berkali kali lipat rasa sakit itu.
Janji yang terikat sangat sulit untuk terlepas, jika memang tidak ada maka tidak akan bisa terlepas. Selain Dara dan Riri yang belajar mengikhlaskan, Mang Asa juga belajar bagaimana ia mendapatkan ketiga restu itu. Bagaimana persahabatan ketika permata kecil ini terus berjalan? Bisa saja, namun tidak akan sama. Jika aku harus mengikhlaskan maka aku juga harus merelakan, aku tak akan melupakan hanya saja belajar bagaimana bisa tetap merasakan. Tiga insan yang ditakdirkan untuk hidup bersama namun direnggut kembali oleh tuhan tak akan bisa mengelakkan apa yang akan terjadi, kamu menyayangi nya namun tuhan jauh lebih menyayangi nya.