Last Scane |Cangbin SKZ|

Last Scane |Cangbin SKZ|

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 21, 2024
3 tahun lamanya Calvin Antares menunggu. dan dalam 3 tahun itu juga Renjana Kiwari menghindar. Tapi lagi-lagi keduanya bertemu. Renjana meragu, tapi lagi-lagi Calvin melangkah maju. "Cal, segalanya udah ngga bisa di perbaiki..." bagi Renjana kesalahan terbesar Calvin adalah mendua dan sayangnya Calvin benar-benar sudah lebih dulu meruntuhkan kepercayaan nya.
All Rights Reserved
#164
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • FEARLESS || JAYISA
  • AMNESIAL (END)
  • || I'm NOT Her || End βœ”
  • Alexsandra|selesai
  • ALVINA
  • I'm Sorry (END)
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • HEY!! MR. COOL?! [END]

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines